Sabtu, 25 Januari 2014

TUGAS AKHIR KARYA ILMIAH KDPJJ

TUGAS AKHIR
MEDIA DALAM PENDIDIKAN JARAK JAUH
Ditulis Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Kompetensi Dasar Pendidikan Jarak Jauh (KDPJJ)
Dosen Pengampu : Timbul Pardede





Oleh :
ABD. SHOMAD
PROGRAM HYBRID LEARNING D1
SEAMOLEC-UNIVERSITAS MADURA (UNIRA)
TAHUN 2013/2014





KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, kami haturkan kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas Akhir Karya Ilmiah ini yang berjudul “MEDIA DALAM PENDIDIKAN JARAK JAUH” dengan lancar. Kami haturkan terima kasih juga kepada semua pihak yang telah terlibat dan membantu penyusunan tugas akhir ini.
Tugas akhir Karya Ilmiah ini merupakan suatu tantangan bagi penulis karena dengan diberikannya tugas ini penulis menydari bahwa masih banyak hal yang belum diketahui sehingga hal itu dapat menyadarkan penyusun akan kekurangan tersebut dan semuga dapat berusaha untuk memperbaikinya.
Penulis menyadari bahwa dalam karya ilmiah ini masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu kritik konstruktif dari semua pihak utamanya Bapak Dosen kami harapkan demi perbaikan dan kemajuan kami di masa yang akan datang.
Penulis juga berharap semuga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan segenap ummat pada umumnya, amin.

Pamekasan, 24 Januari 2014
Abd. Shomad










A.    Definis Media

Dalam konteks pembelajaran media adalah alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi yang dimaksudkan untuk pembelajaran (Heinich, et.al, 1996). Dari definis tersebut dapat diketahui bahwa media merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran sehingga proses pembelajaran dapat berjalan.
Dalam pendidikan jarak jauh peran media sangat diperlukan karena peserta didik lebih banyak berinteraksi dengan media untuk mendapatkan suatu informasi atau pengetahuan, oleh karena itu adanya media dalam pendidikan jarak jauh mutlak diperlukan. Selain dari itu media juga harus benar-benar membuat peserta didik mendapatkan informasi atau pengetahuan dari media yang ia gunakan.
Oleh karena itu, untuk menciptakan media pembelajaran yang baik, maka media tersebut harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya:
1.       Media pembelajaran harus mempunyai tujuan yang dapat memberikan dan meningkatkan motivasi peserta didik
2.       Media harus dapat memberikan stimulus kepada peserta didik untuk mengingat apa yang sudah dipelajari.
3.       Media yang baik akan mengaktifkan peserta didik dalam memberikan tanggapan, umpan balik, dan juga mendorong peserta didik untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.
4.       Penggunaan media harus terencana, untuk menghindari adanya komunikasi yang tidak lengkap, tidak tuntas, atau tertunda.
Untuk menciptakan media yang baik, tidak cukup berhenti pada syarat-syarat dia atas, dalam menciptakan media yang harus juga selalu dikedepankan adalah kemampuan media yang digunakan dalam memberi nilai tambah (added value) terhadap aktivitas pembelajaran mahasiswa. Seperti telah dikemukan sebelumnya, media dalam PJJ merupakan alat atau kendaraan utama untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Untuk itu penilaian terhadap keberhasilan pemanfaatan media dalam Sistem Pendidikan Jarak Jauh (SPJJ) perlu secara terus menerus dilakukan. Mager (I995: 5) mengemukakan beberapa indikator yang dapat dijadikan acuan untuk menilai keberhasilan pemaanfaatan media dalam SPJJ yaitu :
1.         Menciptakan motivasi belajar
2.         Meningkatkan hasil belajar
3.         Membuat peserta didik mengingat pengetahuan lebih lama
4.         Memungkinkan peserta didik mampu menerapkan pengetahuan yang dipelajari
Secara umum media pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan jarak jauh perlu memiliki karakteristik sebagai berikut :
1.      Memiliki tujuan pembelajaran yang jelas
2.      Dirancang dalam unit-unit kecil
3.      Melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
4.      Lengkap
5.      Mengandung adanya pengulangan
6.      Memungkinkan siswa melakukan sintesis
7.      Memberikan dorongan belajar
8.      Bervariasi
9.      Open-ended
a.       Memberi umpan balik
b.      Melakukan evaluasi secara kontinyu
B.     Peran Media Dalam Pembelajaran
Salah satu ciri khas dari sistem pendidikan jarak jauh yaitu adanya keterpisahan antara peserta didik dengan pendidik. Lebih dari itu dalam pembelajaran pendidik atau dosen bukanlah satu-satunya sumber belajara bagi peserta didik atau maha siswa. Oleh karena itu adanya keterpisahan antar pendidik dengan peserta didik dan juga pendidik bukanlah satu-satunya sumber belajar, setidaknya ada enam jenis sumber belajar menurut AECT (Association for Educational Communication and Technology) yaitu :
1.      Orang; di dalamnya mencakup pengajar, tokoh masyarakat, tenaga ahli, dan sebagainya
2.      Orang; di dalamnya mencakup pengajar, tokoh masyarakat, tenaga ahli, dan sebagainya
3.      Bahan; merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran, seperti buku paket, buku teks, modul, program video, film, OHT, program slide, alat peraga, dan sebagainya.
4.      Alat; sarana yang digunakan untuk menyajikan bahan pada butir 3 di atas.
5.      Teknik; cara yang digunakan orang dalam memberikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran
6.      Latar atau lingkungan; termasuk di dalamnya adalah pengaturan ruang, pencahayaan, dan sebagainya.
Dari jenis-jenis media di atas kita dapat mengetahui begitu pentinya media dalam pendidikan jarak jauh, sehingga media dalam pendidikan jarak jauh mutlak diperlukan. Oleh karena itu kita dapat mengetahui peran dari media dalam pembelajaran, diantaranya :
1.     Berperan sebagai sarana komunikasi
2.    Sebagai bahan belajar mandiri (modul)
3.    Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis
4.    Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indera
5.    Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara peserta didik dengan sumber belajar
6.    Memungkinkan peserta didik belajar secara mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan
7.    Pembelajaran lebih menyenangkan, sehingga peserta didik tidak merasa bosan dalam belajar

C.    Jenis-jenis Media dalam Pembelajaran
Diantara jenis-jenis media yaitu :
1.      Media yang diproyeksikan
Yaitu media yang penggunaannya diproyeksikan ke layar diantaranya : Overhead Transparansi, film slide, dan gambar proyeksi komputer (Computer Image Projection).
Jenis media ini mampu menayangkan hampir semua jenis pengetahuan dan konsep melalui kombinasi tayangan teks dan gambar. Media overhead transparansi dan film slide dapat digunakan dalam proses belajar mengajar baik untuk kelompok sedang maupun besar
2.      Media yang tidak diproyeksikan
Media terdiri dari beberapa jenis diantaranya: benda nyata, replika, model, multimedia kit, simulator, bahan cetakan (printed materials), foto, gambar, chart, poster, dan grafik
3.      Media Audio
Media audio adalah bahan suara (audio) yang direkam dalam format fisik tertentu. Secara fisik jenis media yang tergolong sebagai media audio adalah kaset audio dan disk audio. Jenis media ini pada dasarnya dapat digunakan dalam proses pembelajaran yang berkaitan dengan bunyi, suara, serta bahasa
4.      Media Video
Media video adalah gambar bergerak yang direkam dalam format kaset video, Video Cassette Disc (VCD), dan Digital Versatile Disc (DVD). Jenis media ini dapat digunakan untuk mengajarkan hampir semua topik pembelajaran.
5.      Media Komputer
Komputer merupakan jenis media yang secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang dilakukan oleh peserta didik. Lebih dari itu, komputer mempunyai kemampuan menyimpan dan memanipulasi informasi sesuai dengan kebutuhan.
6.      Multimedia Berbasis Komputer
7.      berbasis komputer dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi untuk melatih keterampilan dan kompetensi tertentu. Misalnya, tampilan multimedia dalam bentuk animasi yang memungkinkan peserta didik lebih paham dalam pembelajaran
D.    Pemilihan Media Pembelajaran
Pemilihan media untuk pendidikan jarak jauh berbeda dengan pemilihan media bagi pendidikan yang menggunakan sistem belajar tatap muka, walaupun keduanya tetap mengacu kepada karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing media. Perbedaan ini pada dasarnya terletak pada bagaimana memanfaatkan karakteristik tiap-tiap media untuk dapat diterapkan dalam pendidikan jarak jauh yang bercirikan adanya keterbatasan jarak, ruang dan waktu.
Bagaimana sebuah institusi yang akan menerapkan PJJ dapat menentukan pilihan media yang akan digunakan dalam menyampaikan bahan ajarnya? Banyak faktor yang mempengaruhi dan perlu dipertimbangkan dalam memilih media yang akan diterapkan dalam penyelenggaraan sebuah institusi penyelenggara PJJ.
Rowntree (1994) mengemukakan sejumlah kriteria yang perlu dipertimbangkan oleh pengambil keputusan dalam pemilihan media dalam PJJ yang antara lain berkaitan dengan tujuan belajar yang akan dicapai, kondisi peserta didik yang meliputi aksesibilitas terhadap media, kenyamanan menggunakan media, mampu memotivasi, serta kemampuan organisasi dalam pengembangan dan pengadaan media.
SementaraBates (1995) mengembangkan sebuah kerangka pemilihan media yang sistimatis dengan memperhatikan tujuh faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu: access (aksesibilitas), costs (biaya), teaching and learning (proses pengajaran dan pembelajaran), interactivity (interaktifitas), organisational issues (permasalahan organisasi), novelty (kemuktahiran), dan speed (kecepatan). Ketujuh faktor disingkat dalam akronim yang mudah dikenali yaitu ACTIONS.
Pada dasarnya Rowntree maupun Bates sependapat bahwa pemilihan media dalam PJJ perlu memperhatikan beberapa faktor seperti: akses terhadap media baik bagi peserta didik maupun institusi penyelenggara, biaya, peranan media dalam proses pembelajaran dan pengajaran. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor yang sangat mendasar yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan bagi mereka yang berminat dalam PJJ atau bahkan bagi mereka yang telah terjun dalam dunia PJJ.
1.      Akses terhadap media
Pengertian akses terhadap media adalah adanya ketersedian dan kemudahan memperoleh atau menggunakan media. Akses terhadap media ini harus dilihat dari dua sisi, yaitu sisi institusi penyelenggara PJJ dan sisi peserta didik/calon peserta didik. Dalam PJJ, seberapapun pentingnya bahan ajar yang akan disampaikan dan betapapun baiknya teknik penyampaiannya, akan
2.      Faktor Biaya
Dalam menentukan pilihan mengenai media apa yang akan digunakan dalam PJJ, faktor biaya merupakan faktor yang tidak dapat dihindarkan. Banyak orang berpikir bahwa PJJ berarti penyelenggaraan pendidikan dengan biaya murah. Hal ini bisa saja benar tetapi bisa juga tidak karena murah tidaknya penyelenggaraan suatu PJJ tergantung pada media apa yang digunakan dan berapa banyak jumlah peserta didiknya. Misalnya, sebuah institusi jarak jauh memilih menggunakan media video interaktif. Penggunaan media ini akan terhitung mahal apabila hanya digunakan untuk peserta didik yang berjumlah sedikit tetapi sebaliknya dapat terhitung murah apabila peserta didiknya banyak. Begitu pula bila institusi PJJ memilih menggunakan media cetak. Dengan jumlah peserta didik yang banyak maka biaya penyelenggaraan pendidikan ini akan dirasakan sangat murah.
3.      Fungsi Pembelajaran
Secara selintas pemilihan media yang digunakan sebagai alat transfer materi ajar kepada peserta didik dalam PJJ sangat tergantung pada faktor biaya yang harus dikeluarkan, baik oleh institusi penyelenggara PJJ maupun oleh peserta didik dan ketersediaan media bagi peserta didik.
Walaupun pemikiran ini sangat masuk akal, pemilihan media ternyata sangat berkaitan erat dengan fungsi pembelajaran. Berkaitan dengan hal ini Gagne et.al. (1988) melihat tiga faktor yang perlu diperhatikan, yaitu:
a.       Karakteristik fisik media
b.      Tujuan belajar
c.       Kemampuan peserta didik
Ketiga faktor ini mempunyai peranan yang cukup besar dalam pemilihan media yang tepat dalam PJJ
4.      Karakteristik fisik media
Karakteristik fisik media merupakan satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media. Pertimbangan ini berkaitan dengan kemampuan media untuk menyajikan informasi verbal, baik dalam bentuk teks maupun audio. Kemampuan audio umumnya merupakan kemampuan tambahan dari beberapa media, misalnya media komputer dengan kemajuan teknologi dapat menyajikan suara, media televisi dan lain-lain. Kemampuan media dalam menyajikan informasi visual dan gerakan merupakan salah satu karakter fisik yang dapat mendasari pemilihan media.
5.      Tujuan belajar
Secara umum dapat dikatakan bahwa hampir semua jenis media digunakan untuk menyampaikan sebagian besar tujuan belajar, tetapi tidak pula disangkal bahwa media tertentu akan lebih efektif apabila digunakan untuk pencapaian tujuan belajar tertentu pula. Misalnya, untuk mengajarkan bahasa asing, media cetak tidak cukup memadai untuk menyampaikan materi ajarnya. Kemampuan berbahasa asing tidak akan dapat dikuasai oleh perserta didik hanya melalui media cetak saja. Dalam hal ini penggunaan media tambahan seperti kaset audio dan video akan menyempurnakan pemahaman ataupun penguasaan bahasa asing tersebut.
1.      Kemampuan peserta didik dalam penggunaan media
Dalam pemilihan media untuk PJJ, Rowntree (1994) mengemukakan perlu memperhatikan kemampuan perserta didik dalam menggunakan media serta kecenderungan untuk menyukai media tertentu. Walaupun masih merupakan asumsi apabila kondisi ini diperhatikan akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar pada PJJ.


Referensi :
Bahan Ajar KDPP Topik-3
http://lppm.ut.ac.id/pdffiles/3_Media%20dalam%20Pendidikan%20Terbuka%20dan%20Jarak%20Jauh_dewi%20padmo.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar